oleh

Pemkab Jeneponto Terus Gelar Percepatan Pencegahan Stunting

JENEPONTO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto terus melakukan percepatan penangganan Stunting dikecamatan, desa dan kelurahan.

Dinas Kesehatan, Bappeda bersama Unsur terkait melakukan Koordinasi Percepatan dan Penurunan Stunting, digelar diruang pola Panranuanta Kantor Bupati, Rabu (30/9/2020).

Dihadiri, Setda Jeneponto Dr Syafruddin Nurdin, Perwakilan Bappelitbangda Provensi sulsel, Doctor Andi, Msi. Bappeda, Kepala Dinas Pertanian, BKKBN, Kadis Kesehatan, beberapa OPD, Kabid, Camat dan Desa Locus Stunting.

Sekertaris Daerah Setda Jeneponto Dr Syafruddib Nurdin, menyampaikan dalam sambutanya Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari pertama kehidupan, Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu.

“Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak,” kata Dr Syafruddin Nurdin.

Lanjut dikatakan, dalam mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung, diperlukan persyaratan pendukung yang mencakup komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanan, ketertiban pemerintah dan lintas sektor, organisasi wanita dan dunia usaha.

“Untuk Intervensi penurunan stunting baik intervensi gizi sensitif dan intervensi gizi perlu dilakukan pendekatan konvergensi multi-sektor, seperti pemangku kebijakan, sampai tingkat desa dan peran masing masing,” ucapnya.

Syafruddin Nurdin, Berharap percepatan perbaikan gizi ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga pihak swasta, organisasi masyarakat sipil, universitas, organisasi lainya dan pemangku kebijakan untuk mendapat hasil yang oktimal.

Menurut, dari hasil analisis prevalensi stunting dikabupaten sesuai dengan data e-PPGBM dari Dinas Kesehatan, saat ini Kecamatan tertinggi dikecamatan rumbia 21,4 persen sedangkan terendah bangkala barat.

Sedangkan puskesmas tertinggi tanggani stunting, puskesmas rumbia sebesar 33,8 persen sedangkan terendah puskesmas Kapita 0,2 persen.

Dari 113 Desa/ Kelurahan yang tertinggi didesa Bontocini kecamatan rumbia sebesar 44,66 Persen.

Adapun penandatangan kesepakatan pada acara kegiatan aksi kordinasi dan advokasi percepatan penurunan stunting.

– Memperkuat kordinasi lintas sektor danintas program baik tingkat desa/kelurahan dan kabupaten.
– Menjalin kerjasama antara lintas sektor pemangku kepentingan.
– Membantu kelancaran pelaksanan tugas tim
Kordinasi pencengahan dan penurunan stunting.
– Melakukan kegiatan intervensi stunting secara spesifik dan sensitif sesuai program kewenangan masing masing OPD,
– Berperan Aktif dan upaya penurunan stunting
– Bersedia melaksanakan komitmen ini dengan Iklas serta penuh rasa tanggu jawab.

(Firman)

News Feed