oleh

Diduga Selewengkan Program untuk Cari Simpati, Rusman Emba Diperiksa Bawaslu Muna

MUNA-Berbagai cara dilakukan petahana dalam meraih simpati masyarakat di perhelatan Pilkada Muna Tahun 2020. Dengan kewenangannya yang luas, sangat potensial digunakan untuk kampanye terselubung.

Resah melihat kelihaian Petahana, masyarakat melaporkan Rusman Emba ke Bawaslu Muna. Atas dasar hal tersebut Rusman Emba diperiksa Bawaslu Muna. Menurut Pelapor, yang tidak mau disebutkan identitasnya, bantuan ini sarat syahwat politik.

“Laporan ini terkait penyerahan bantuan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk pembangunan sekolah pada Yayasan Ibnu Abas dan pemberian langsung Kartu Tani sebagai program nasional yang seolah-olah dari dirinya. Fasilitasi yang dilakukan Rusman Emba dinilai sarat karena adanya syahwat politiknya yang tinggi sehingga tendensi politiknya yang nampak,” ujar Pelapor.

Sementara itu, Aksar, Koordiv Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Muna menerangkan, pemeriksaan Rusman, setelah ada aduan dari masyarakat pada 25 September 2020. Penanganannya selama 5 hari.

“Setelah kami mintai klarifikasi saksi dan pelapor, maka dilanjutkan dengan terlapor Rusman Emba. Penanganan pelaporan ini terhitung lima hari untuk kita putuskan dan melahirkan rekomendasi,” ungkapnya.” kata Aksar, Selasa (29/09/2020).

Sementara itu, Jubir RaPi, Wahidin Kusuma Putra mengapresiasi kesadaran masyarakat akan pencerdasan politik sehingga mampu mendeteksi kelihaian petahan dalam memanfaatkan programnya untuk mengundang simpati masyarakat.

“Ini kemajuan masyarakat, yang sadar bahwa masyarakat Muna sudah muak dengan kelicikan berpolitik yang memanfaatkan jabatan,” ujar pria yang akrab disapa WKP itu.

Selain itu, ia mengharapkan Bawaslu Muna harusnya lebih peka dengan gerak-gerik licin dari Petahan Rusman Emba yang dalam banyak kesempatan ia nilai menyalahgunakan kewenangannya untuk keuntungan politis.

“Bawalsu Muna harus peka. Petahana Rusman Untung alias Rusman Emba ini sangat lihai mencari simpati dengan berbagai cara. Ini juga warning untuk ASN, Pendamping serta Camat dan Kades yang bermain-main mempolitisasi kewenangannya untuk menekan masyarakat memilih Rusman Untung alias Rusman Emba. Stop cara-cara licik. Jangan bodohi masyarakat,” tuturnya.

Ia pun berharap, masyarakat langsung menangkap Pejabat, Pendamping, Camat atau Pj. Kades dsb. yang menjilat politik dengan kewenangannya. Hal ini untuk menciptakan kontestasi Pilkada Muna yang fair. Serta memupus kemungkinan bibit korupsi dari Pejabat penghamba jabatan yang menjilat politik.

“Masyarakat sudah pintar. Sekarang waktunya kita basmi pejabat-pejabat yang menjilat politik. Pokoknya kita tangkap. Ini demi Pilkada yang fair, pencerdasan politik di masyarakat. Terlebih bibit korupsi memang dimulai dari pejabat bermental seperti ini,” tutup WKP.

Reporter: Sacriel

News Feed