oleh

Aneh! Diduga Ada Indikasi Ketua KPU Muna Sebagai Tim Sukses dan Kenapa Jubir RuBah Bela KPU

MUNA-Pernyataan Jubir Rubah di salah media Online di tanggapi langsung Jubir RaPi, Wahidin Kusuma Putra.

“Warning yang kami berikan kepada Ketua KPU Muna bukanlah provokasi namun bentuk kepedulian kami agar kontestasi Pilkada ini bisa berjalan jujur dan kondusif. Keliru jika Jubir Rusman Untung menganggap itu provokasi. Kami tidak memprovokasi namun kami memberikan warning agar Ketua KPU Muna bisa bekerja sesuai koridor dan jangan sampai terlihat membela salah satu pasangan calon,” ujar Wahidin, Selasa (29/09/2020).

Lanjut kata Wahidin, jika dirinya memahami Ketua KPU Muna merupakan ASN Kab. Muna yang juga sahabat baik Rusman Untung. Namun kami berharap agar Ketua KPU Muna tidak membawa – bawa urusan pribadi dan tetap bekerja profesional sesuai kode etik penyelenggara.

“Warning itu untuk memotivasi Ketua KPU Muna agar berani terbebas dari belenggu perasaan pribadinya pada Rusman Untung. Itu untuk kebaikan beliau saja dan tidak ada maksud lain,” ucapnya.

Dikatakannya, Rusman Untunglah yang memberikan surat izin agar dirinya yang merupakan ASN bisa mengikuti seleksi dan menjadi komisioner KPU Muna saat ini.

“Saya mau ingatkan Ketua KPU Muna bahwa kontestasi Pilkada Muna ini bukanlah ajang untuk berbalas jasa. Dia harus bekerja dengan integritas sesuai aturan dan kode etik penyelenggara. Yang lucu adalah respon dari Jubir Rusman Untung. Saya mewarning Ketua KPU Muna tapi kenapa dia yang pasang badan. Reaksinya seperti seorang selingkuhan yang tertangkap basah. Tidak ingin selingkuhannya disakiti jadi dia yang pasang badan. Semoga tidak seperti itu yah,” tuturnya.

Dalam sudut pandang lain, pembelaan Jubir Rusman Untung yang berapi – api terhadap ketua KPU Muna seolah seperti membela tim suksesnya. Apakah Ketua KPU Muna mereka anggap Timsesnya ? Biarlah masyarakat yang menilai itu.

Sebelum mengakhiri pernyataannya Wahidin menyampaikan sosok Rajiun Tumada yang merupakan seorang karateka tingkat internasional. Jiwa sportifitasnya tidak usah diragukan.

“Rajiun selalu mengajarkan kepada kami untuk tidak menerima penindasan dan harus bertarung layaknya seorang kesatria. Jika Ketua KPU Muna berlaku tidak adil, kami pasti melawan. Kita sedang bersaing memilih pimpinan daerah. Pemimpin berintegritas hanya bisa dilahirkan oleh penyelenggara yang berintegritas juga. Jadi peringatan ini bukan semata demi kemenangan kami, namun demi seluruh masyarakat Muna yang menginginkan pemimpin mereka yg berintegritas dan tidak palsu,”tutupnya.

Reporter: Sacriel

News Feed