oleh

Arif Habibi dan ABS Geram Terhadap Kades Bonto Rappo, Ini Penjelasannya

 

JENEPONTO, SEKILASINDO.COM – Tampak sebuah foto jenazah digotong menggunakan sarung oleh warga sejauh kurang lebih 10 kilo meter.

Peristiwa ini terjadi di Bonto Rappo Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto , Sulawesi Selatan, jenazah tersebut Ambo Tang Daeng Tutu yang ditemukan oleh warga sudah tidak bernyawa Di kebun kampung borong loe, Kamis (16/01/2020), sekitar 16:00 Wita.

Hal ini membuat Arif Habibi, Selaku Sekum Dewan Pimpinan Daerah Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DPD BAIN HAM RI ) Jeneponto Geram ia mengatakan akan menjadikan temuan tersebut sebagai bukti temuan baru terhadap laporan yang sudah di layangkan ke kejari beberapa bulan yg lalu.

Arif Habibi mengatakan dia akan berupaya untuk terus mengawal pelaporan tersebut.

“Mobil Siaga Desa di Peruntukan untuk masyarakat Desa, Bukan hanya untuk Kepala Desa dan Aparat Desa,” tegas Arif.

Ia sangat menyayangkan pihak Kepala Desa, yang tidak mau meminjamkan mobil ambulansnya.

“Apalagi ini kan masih wilayah Desa Bonto Rappo harusnya pak desa meminjamkan ambulansnya,” imbuhnya.

Terpisah, Andi Baso Sugiarto mengatakan Merasa prihatin dengan kejadian tersebut, Semoga Pemerintah dapat Lebih peka terhadap kebutuhan dan permasalahan yang di alami oleh Masyarakat Desa BontoRappo,” kata Mantan Kades 2 Periode Itu.

Ia mengatakan Apalagi mobil ambulance siaga ini bersumber dari dana desa, jadi hakiki nya kalau ada masyrakat yg membutuhkan pelayanan baik itu orang sakit ataupun meninggal itu wajib dilayani.

“Apalagi kejadian kemarin itu Darurat dan secara kebetelulan pak desa ada ditempat, jadi pak desa harus cekatan dan tanggap untuk membantu rakyat yg lagi berduka, dan jangan berkata ambulance hanya orang sakit saja,” kata ABS Ketua DPC partai Gerindra Saat dikonfirmasi wartawan sekilasindo.com melalui WhatsApp.

Reporter: IQL