oleh

Miris!! Ayah di Cibitung Tinggal di Rumah Tak Layak dengan Anak

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Sartu, salah satu warga Kampung Cinyurup, Desa Manglid, Cibitung hanya bisa pasrah tinggal di rumah tak layak huni bersama sang anak.

Rumah yang terbuat dari anyaman rotan dan bambu itu tidak mampu membendung air ketika hujan turun.

Akibatnya, Sartu, beserta kedua anaknya yang masih kecil kerap merasakan udara dingin.

Sartu, mengaku, tidak mampu memperbaiki rumahnya, lantaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu, profesinya sebagai petani hanya mampu sebagai penopang perut bersama anaknya.

Dia juga kerap menerima tawaran kuli bangunan, namun tawaran itu tidak setiap hari ada.

“Saya kuli kalau ada yang membutuhkan tenaga saya. Sehari saya mendapatkan upah paling tinggi Rp 50 ribu. Kadang juga sehari kerja, seminggu nganggur,” ungkapnya kepada media, Kamis (2/1/2020).

Karena merasa iba, para tetangga kadang memberi bantuan berupa makanan kepada keluarga Sartu.

“Jangankan memperbaiki rumah, biaya sehari saja terkadang masih diberi oleh orang terdekat,” sebutnya.

Ditemui terpisah, mantan Kepala Desa Manglid, Salawi, membenarkan kondisi Sartu.

“Betul, Sartu, warga kami yang membutuhkan bantuan dari pemerintah terkait,” jelasnya.

Salawi, mengatakan, Sartu, tidak mampu membangun rumahnya mengingat pendapatan yang diperoleh tidak mencukupi.

Foto. Kondisi rumah, Sartu, tampak dari samping.

“Dilihat dari sisi pencarian sehari-hari sebagai kuli, pendapatannya tidak akan mencukupi untuk memperbaiki rumahnya,” kata Salawi.

Maka dari itu, Salawi, berharap adanya uluran tangan dari pemerintah terkait.

“Kami sangat mengharapkan uluran tangan dari pihak pemerintah daerah maupun pusat. Kami sangat mengharapkan apa yang menjadi harapan kami,” ucapnya.

(Jajang AG)

News Feed