oleh

Serahkan Bantuan Ternak, Kadis Pertanian: Penerima Sapi Kita perlakukan Istimewa

TAKALAR, SEKILASINDO.COM — Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pertanian Takalar, mulai menyalurkan bantuan sapi satu Kepala Keluarga (KK) satu sapi, di Halaman kantor Dinas Pertanian Takalar,  Senin (09/09).

Pembagian bantuan sapi kali ini sebanyak 125 ekor dari 25 kelompok ternak penerima dari target 2500 sapi tahun ini.

Penyerahan bantuan ternak sapi kepada kelompok penerima oleh Bupati Takalar didampingi ketua DPRD, Sekda, dan Forkopimda

Kadis Pertanian dan Peternakan Takalar, Muh Hasbi, pada kesempatan itu berharap semoga pembagian sapi ini tidak ada persoalan. Sebab bantuan sapi ini, salah satu cara untuk meningkatkan Indeks Pendapatan Manusia (IPM) masyarakat Takalar.

“Alhamdulillah hari ini launching sebagai tanda dimulainya pembagian bantuan sapi, dan melalui alokasi anggaran ABPD dan APBDes tahun ini diperkirakan akan dibagikan sapi 2500 Ekor, kemudian metode pembagian tetap sesuai janji politik Bupati dan Wakil Bupati yaitu 1 Sapi satu KK petani yang bersyarat menerima bantuan yang berhimpun menjadi 1 kelompok ternak,” Urai Hasbi.

Lanjut kata Alumni IPDN itu, sesuai edaran menteri Pertanian bahwa seluruh kelompok tani diberikan secara berkelompok, kemudian untuk tahun ini diupayakan sebaran pemberian bantuan dimaksimalkan untuk seluruh desa, meskipun belum bisa mengcover seluruh petani untuk sekaligus dituntaskan tahun ini.

“Insha Allah dengan strategi bergulir, untuk anakan pertama tahun ini maka, ini akan mengefisienkan APBD kita, jadi modelnya kami akan memberikan hak istimewa kepada peternak agar tidak bermasalah lagi seperti dulu-dulu. Jadi pengadaan sapi kali ini adalah sapi yang sudah pernah melahirkan,” Tambahnya.

“Perlu kami tekankan kepada peternak agar tidak bermain main dengan bantuan sapi ini, karena bantuan ini jelas tertuang dalam bentuk kerjasama dan tertuang dalam bentuk perjanjian diatas materai. Jika peternak atau penerima tidak siap maka silahkan mundur dari awal,” Tegasnya.

News Feed