oleh

Asper Bayah Akui Sawmil di Karang Bokor Kerjasama Pihak Ketiga

LEBAK, SEKILASINDO.COM – Terkait adanya Sawmil atau penggergajian di kawasan perhutani, tepatnya di Wisata Karang Bokor Kecamatan Bayah, Lebak, Banten, Asisten Perhutani (Asper) Kecamatan Bayah, Ateng Sutisna, mengakui benar adanya.

Pihaknya mengakui sudah kerjasama secara resmi dengan pihak perusahaan yang akan menata Wisata Karang Bokor.

“Kita dari Perhutani sudah kerjasama Tripartite antara pihak Perhutani, Perusahaan/investor dengan pengelola setempat yaitu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” terangnya Ateng, saat ditemui awak media, Kamis (29/8/2019).

Sawmil pun hanya bersifat sementara, khusus untuk mengadakan barang (kayu) wisata karang bokor sampai penataan wisata selesai.

Mengenai kayu-kayu jati yang ada di sawmil, Ateng menuturkan bahwa itu penebangan resmi pihak Perhutani dan perusahaan pun membeli melalui prosedur.

“Masalah kayu itu penebangan resmi, pihak perusahaan pun membeli kayu tersebut, siapapun sekarang dapat membeli ko, tetapi ada prosedurnya,” akunya.

Transaksi yang dilakukannya juga melalui KPM Sub Dirve Bandung, tanpa melalui Asper.

“Misalnya bapak nih mau beli kayu ukuran A2 misalnya, itu transfer ke KPM Sub Divre Bandung, bukan transfer ke Asper. Nah nanti dicari kavlingnya, ada kok di online juga, Toko Perhutani, dan perusahaan itupun demikian,” terangnya.

Adapun mengenai lahan, Ateng menampik Karang Bokor kawasan hutan lindung, tanah Ulayat (Adat Baduy) atau konservasi.

“Sebagian memang ada yang berstatus hutan lindung dan tanah Ulayat, tetapi untuk yang di situ bukan, itu wilayah Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), tetapi yang saya dengar nanti akan ada persentase bagi hasil untuk adat Baduy,” jelasnya.

Seorang buruh Sawmil, ketika diminta keterangan di lokasi mengatakan bahwa pihak perusahaan resmi membeli kayu kepada pihak Perhutani.

Caption : kayu-kayu Jati Sawmil kawasan Perhutani Karang bokor Bayah, Lebak, Banten.

“Saya mah cuma kerja di sini. Bos belum datang. Ya sepengetahuan saya sih pak, ini kayu yang di sini beli secara resmi ke Perhutani. Kami juga warga sini, lumayan ada sekitar 50 orang pekerja, daripada kayu banyak dicuri,” pungkas buruh yang tidak mau disebut namanya.

(Boecex)

News Feed