oleh

Siap Bangun Bangka Barat, Noviar Ishak Maju Jadi Calon Wakil Bupati

PANGKALPINANG, SEKILASINDO.COM – Noviar Ishak, salah satu putera terbaik yang lahir di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, maju mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bangka Barat.

Serangkaian kegiatan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang diselenggarakan oleh partai pengusung  sudah diikutinya.

Selain Partai PAN dan Hanura, terakhir fit and propertest Partai PDI Perjuangan yang dikuti pada Kamis 1 Agustus 2019 lalu.

Sosok Noviar Ishak, selain dikenal sebagai birokrat aparatur sipil negara (ASN) yang sudah pengalaman dan mumpuni serta diperkuat mempunyai jaringan yang luas ke Kementerian. Itu adalah salah satu modalnya dan merasa terpanggil untuk membangun kampung halamannya dengan ikut dalam pencalonan Wakil Bupati Bangka Barat.

Dan di kalangan Pewarta Ikatan Media Onlinen (IMO) Indonesia Bangka Belitung dan Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel Kepala Dinas PU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu, dikenal dengan khas  bahasa yang tegas dan blak-blakan, maka Noviar Ishak, dinilai sangat informatif dan humanis dalam memberikan informasi dan mendukung tugas pewarta IMO Indonesia dan HPI Babel.

Kepada Pewarta IMO Indonesia dan HPI Bangka Belitung, Noviar Ishak, menyampaikan tanggapannya terkait fit and profer test yang sudah diikutinya.

Menurutnya, seleksi tertulis yang diikutinya sangat singkat, selain hanya menggali pengetahuan umum, kepartaian dan kompetensi pendidikan, masih dianggapnya kurang puas, sedangkan pertanyaan yang menggali potensi dan kemampuan sumber daya yang ada di dalam diri para calon kurang dipertajam dan didalami.

“Menurut saya, adalah kurangnya diexplor menggali potensi kita antara yang sudah kita lakukan. Kan misalnya saya sudah lama berkecimpung di birokrasi, itu yang harus digali apa saja potensi yang ada dan akan saya lakukan untuk membangun Bangka Barat jika saya diamanahkan mendampingi Bupati untuk menjadi Wakil Bupati Bangka Barat. Namun itu tidak apa-apa haknya Partai, dan ini menurut pendapat saya,” tutur Noviar, saat menerima Pewarta IMO Indonesia dan HPI Babel di ruang kerjanya, Kamis Kemarin (8/8/2019).

Lanjutnya, semua itu menurutnya  tergantung kepada Bupatinya mau pakai wakil bupati seperti apa, lebih menyukai yang piawai mengurus internal dan lintas kepartaian saja, atau yang lebih mengerti mengurus internal sistem birokrasi dan teknis kepemerintahan.

Jabatan Wakil Bupati itu bukan sekedar hanya pelengkap saja, namun sebenarnya jauh lebih berat karena bukan sekedar sebagai pengawasan internal saja tetapi harus mempunyai konektivitas dan dapat membangun jaringan ke atas dan ke bawah harus dapat mendukung tugas bupati, sehingga bisa mensinergikan program pembangunan daerah yang menjadi visi dan misi pemerintah Kabupaten Bangka Barat kedepannya.

“Intinya jangan sampai Bangka Barat tidak ada Wakil Bupati kasihan pak Bupatinya menjalankan tugas kepemerintahannya sendiri,” tutur Noviar.

Ditambahkannya, menjadi wakil Bupati bukan waktunya untuk belajar karena Bangka Barat membutuhkan pembangunan yang signifikan, terpola dan mempunyai konektivitas dan membangun jaringan agar dana-dana dari pusat dapat diambil oleh pemerintah Bangka Barat, dan selain itu harus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi Bangka Belitung.

“Walaupun wakil bupati fungsinya dalam undang-undang membantu Bupati membuat laporan pembangunan, pengawasan internal dan untuk melaksanakan tugas lainnya yang diminta bupati untuk mendukung pembangunan, apalagi Bangka Barat sudah dua kali WTP, prestasi itu wajib dipertahankan karena dengan WTP itu banyak yang kita dapatkan keuntungannya, salah satunya  dana tambahan dari pusat,” tambahnya.

Namun dari semua yang disampaikannya, menurutnya saat ini kurang konektivitas dan membangun dengan pemerintah provinsi Bangka Belitung, seperti contohnya dana DABA yang turun ke Pemerintah Bangka Barat yang paling kecil setelah Pemkab Belitung.

“Maka kedepannya Bangka Barat lebih memperkuat konektivitas dan membangun komunikasinya, apalagi kedepannya Bangka Barat luar bisa coba lihat di DPR RI nya , ada Yulistyo, Ustad Zuhri, Alex dan Bambang Patijaya yang berasal dari keturunan cilok walaupun saat ini berada di Sungailiat dan pak Rudianto Tjen masih ada keturunan daerah Kelapa, dan itu modal sangat kuat untuk membangun Bangka Barat kedepannya,” pungkas Noviar.

Diakhir wawancara diungkapkannya, saat ini Partai PAN salah satu partai pengusung sudah menyampaikan rekomendasi ke Pusat atasnama dirinya, dan sedangkan Partai Hanura selain Arief Firmansyah nama Noviar juga direkomendasikan. Dan Partai PDI Perjuangan masih dalam proses pengusulan ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta.

Penulis: Budi M

 

 

News Feed