oleh

Tempat Penyulingan Minyak di Lebak Selatan Terbakar

LEBAK, SEKILASINDO. COM – Akhir akhir ini di Lebak Selatan kerap terjadi kebakaran. Tempat Penyulingan Minyak cengkeh milik Wiryo Dinata, di Kampung Nambo RT. 04 RW. 02 Desa Pagelaran Kecamatan Malingping Kabupetan Lebak, sekitar pukul 02.00 WIB (dini hari) ludes terbakar.
Sabtu, (03/08/2019).

Tentu saja kejadian ini membuat panik warga sekitar. Pasalnya, sebelum kejadian warga sudah panik dengan adanya gempa 6,9 SR yang berpotensi sunami dan sebagian warga mengungsi ke tempat dataran tinggi.

Ades, Ketua RT. 04/02, menjelaskan kepada wartawan sekilasindo :

“Sebelumnya warga banyak yang mengungsi, karena informasi potensi sunami akibat adanya gempa 6,9 SR dan setelah status info sunami di cabut oleh BMKG maka warga pun pada pulang ke rumah masing masing dan langsung beristirahat, namun kembali di kagetkan dengan kejadian kebakaran tersebut,” Kata Ades saat di konfirmasi oleh wartawan Sekilasindo.

“Beruntung di RT kami ini warga rutin ronda, jadi langsung ketahuan oleh warga dan langsung di tindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, Rio (28), dan 3 karyawan penyulingan minyak lainnya yang selalu menginap di tempat kejadian tersebut tidak mengetahui asal sumber kebakaran, namun diperkirakan api berasal dari sisa-sisa pembakaran di tungku yang tidak sempat padam semua.

“Asal sumber api saya tidak tahu mas, kami terbangun dari tidur tiba-tiba api sudah besar, kemungkinan ada sisa api yang belum padam semua,” ucap Rio.

Berdarkan informasi, sebelum kejadian, Jumat tgl 02 Agustus 2019 sekitar jam 15.00 WIB pemilik dan para pekerja membakar daun cengkeh dan pakang didalam tungku hingga sekitar jam 20.00 WIB, setelah itu mereka istirahat dan tidak melanjutkan membakar daun dan pakang, api dalam keadaan padam, namun diduga akibat hembusan angin yang kencang api pun kembali menyala dan membakar tempat tersebut.

Saat warga berdatangan untuk memadamkan, api sudah membumbung tinggi dan meludeskan bangunan yang mirip saung kebun tersebut.

“Kami kaget dikira ada pemberitahuan tsunami,” kata beberapa warga yang ikut memadamkan api di lokasi tersebut.

Dari pantauan wartawan, kelang sekitar satu jam Api pun dapat dipadamkan dengan alat seadanya, tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan mencapai Rp.50 juta.
**(Usep)

News Feed