oleh

Warga Kritisi BPNT Tidak Sesuai Sosialisasi

Beras yang akan disalurkan kepada penerima manfaat

LEBAK, SEKILASINDO. COM- Warga Kecamatan Wanasalam kritisi BPNT, pasalnya menurut mereka ada beberapa poin yang dinilai tidak sesuai dengan sosialisasi.

Selain itu, di masyarakat pun ramai diperbincangkan mekanisme pendataan penerima manfaat, karena masih banyak yang dinilai layak menerima tetapi tidak menerima dan sebaliknya.

Dedi, penggiat sosial dari Desa Wanasalam mempertanyakan program BPNT yang menurutnya tidak sesuai sosialisasi. “Waktu itu saya dengarnya program BPNT kan Rp 110.000/penerima manfaat, dan dalam bentuk sembako seperti beras, telur dan minyak, ko ini hanya beras saja,” ujarnya.

Selain itu Dedi pun mempertanyakan masalah kualitas dan kuantitas beras yang diterima. “Dalam ketentuannya beras yang harus disalurkan ialah beras premium, saya yakin itu hanya beras medium, dan itupun hanya 9kg/penerima manfaat,” imbuhnya.

Secara terpisah, Sarhati warga Desa Parungsari mempertanyakan mekanisme pendataan penerima manfaat BPNT. Karena menurutnya kejadian antara yang layak dan tidak layak menerima bantuan selalu terjadi.

“Itukan dalam pendataan harusnya ada verifikasi, lha ko yang tidak layak dapat seperti rumahnya gedung, bergelimang emas ditangan dapat BPNT, lalu yang layak dapat malah ga dapat, darimana datanya, apakah tidak ada verifikasi,?” tukasnya geram.

Pantauan wartawan, dibeberapa kecamatan lainnya pun terjadi demikian. Masyarakat banyak mengeluhkan terkait data yang dirasakan tidak sesuai dengan fakta data miskin dilapangan. (Boecex)

News Feed