oleh

BPNT Diduga Jadi Ladang Bisnis Perangkat Desa Kadubera

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai berjalan di tengah masyarakat sebagai pengganti program Beras Sejahtera (Rastra).

Namun hal itu diduga tidak luput dari praktik pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan oknum Perangkat Desa Kadu bera Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Rabu (24/7/2019).

Hal itu terbukti dari keterangan sejumlah warga kampung Kaludan dan Kampung jolok Petey Desa Kadubera, Pihaknya mengaku telah diminta uang sebesar Rp 20 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Muhun pak abdi sareng nu sanesna di penta duit ku perangakt desa anu namina Ajid , teuras ku abdi di pasihan beh pak ja abdimah sieun iyeu sien te di bere kartu na,” kata masyarakat banyak dalam dialek Sunda.

Sebelumnya sekilasindo sudah berupaya menghubungi TKSK Kecamatan Picung, Rohadi, dia membantah, bahwa dirinya tidak pernah menyuruh memungut sepeserpun. Dan dirinya juga berdalih tidak mengetahui adanya pungutan Rp 20 ribu itu.

“Saya tidak tahu dan tidak pernah menyuruh adanya pungutan sepeserpun di program BPNT itu,” dalih Rohadi.

Secara terpisah dikonfirmasi perangkat desa, Azid, melalui telepon, dirinya enggan memberikan tanggapan apapun dan hanya menyuruh untuk langsung konfirmasi ke E-Warung saja. Dengan singkat, Azid, langsung mematikan telepon genggamnya.

Sementara di tempat yang berbeda, menurut tokoh masyarakat Desa kadu bera, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sangat prihatin dengan prilaku oknum perangkat Desa Kadubera yang melakukan dugaan pungli terhadap warganya sendiri.

Padahal seharusnya, selaku perangkat desa harus memberi kemudahan terhadap warga masyarakat. Bukannya, malah meraup keuntungan dengan berbagai cara mengakali.

Apalagi ini program yang bersentuhan dengan masyarakat tidak mampu, Maka dari itu, dirinya terutama instansi terkait seperti saber pungli harus mengusut tuntas kejadian ini. Jangan hanya mendengar namanya saja saber pungli. Terlebih penerima program belum semuanya mendapatkan kartu yang padahal uang nya sudah setor Rp. 20 ribu.***(SPN/Kipli).

News Feed