oleh

KKG se KKM MIN 4 Bulukumba Gelar NGPPI

BULUKUMBA, SEKILASINDO.COM — Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 4 Bulukumba menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan) dalam bentuk Kelompok Kerja Guru (KKG) dengan tema “Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru Menuju Madrasah Hebat Bermartabat”, di Abbana Cafe Bulukumba, Sabtu (06/07/2019).

Puluhan guru menjadi peserta dalam kegiatan ini, mereka berasal dari MIN 4 Bulukumba, MIS Talle-Talle, MIS Ma’arif, MIS Mattoanging dan MIS Tonrong.

Dalam sambutannya, Kepala MIN 4 Bulukumba yang juga sebagai Ketua KKM, Nelvy S.Pd. M.Pd.I, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama guru-guru se KKM MIN 4 Bulukumba dan dirinya berharap KKG dapat menjadi wadah belajar bersama dalam upaya meningkatkan kualitas diri sebagai seorang guru.

“Terima kasih atas kerjasama bapak/ibu guru sekalian, mari kita jadikan kegiatan KKG sebagai kebutuhan dan pembangkit semangat untuk terus belajar tanpa henti, serta haus akan ilmu demi terwujudnya madrasah hebat bermartabat,” ungkapnya.

Hadir sebagai pemateri pada kesempatan tersebut yaitu Drs.H. Muhammad Yunus, M.Pd.I KTU Kemenag Bulukumba, Karesugi Sampara S.Ag M.Pd.I Pengawas Tingkat Madrasah Ibtidaiyah Kemenag Bulukumba dan Hadi Kasmaja DS, S.Pd., M.Pd, CH, CHt Trainer Pendidikan dan Motivator yang juga Koordinator Kelas Inspirasi Bulukumba.

Muhammad Yunus membahas masalah disiplin ASN yang menurutnya menjadi kewajiban setiap individu ada atau tidaknya yang menilai.

“Sebagai ASN kita harus tetap menanamkan sikap disiplin ke diri masing masing walau tanpa pengawasan. Dan terus berupaya meningkatkan kompetensi, tidak hanya komptensi IQ tetapi juga IMTAQ agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin dan berprilaku positif lainnya,” imbuhnya.

Sebagai pejabat teras di Kemenag Bulukumba, dirinya mengapresiasi kegiatan KKG yang dilakukan oleh KKM MIN 4 Bulukumba dan berharap agar terus dimaksimalkan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.

Sementara itu, Karesugi membahas mengenai Penilaian K13, yang terdiri dari penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan Hadi membahas teknik pengelolaan kelas berbasis hypnoteaching.

Hypnoteaching, menurut Hadi, merupakan metode pembelajaran yang kreatif, unik, menyenangkan, imajinatif sekaligus memberdayakan. Hypnoteaching bisa dikatakan sebagai improvisasi dari sebuah metode pembelajaran.

“Hypnoteaching mencoba hadir dengan menyuguhkan sebuah pendekatan konseptual baru dalam bidang pendidikan, pengajaran, pengelolaan kelas, pembinaan, sekaligus pencerahan dan terapi emosional,” tutupnya. (Andi Alfian)

News Feed