oleh

Diduga Kehabisan Oksigen, 2 Warga Tewas Dalam Galian Lubang Batu Bara, Camat Cihara Mengaku Tidak Tahu

LEBAK, SEKILASINDO.COM – Pertambangan batu bara ilegal yang berlokasi di Kampung Cidahu Desa Karang Kamulyaan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak kembali memakan korban pada Minggu (30/6/2019) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, ada dua orang karyawan tambang batu bara yang meninggal di dalam lubang yang diduga akibat kekurangan oksigen karena selang yang biasa menyuplai oksigen ke dalam lubang terlipat sehingga tidak mengeluarkan udara.

Korban yang meninggal tersebut bernama Subroni dan Aryo Saloko, yang diketahui bekerja di pertambangan milik Aang warga Kampung Situhiyang, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara.

Kejadiannya saya tidak tau persis, kata Endin, salah satu warga Kecamatan Cihara, namun menurut informasi dari rekan kerjanya diduga akibat selang blowernya terlipat.

“Jadi tidak ada oksigen ke dalam lubang,” kata Endin saat bertemu wartawan, Jumat (05/07/2019).

Di tempat terpisah, Lukman selaku koordinator pertambangan ilegal membenarkan, bahwa pada Minggu 30 Juni 2019 sekitar pukul 09.00 WIB pagi ada dua orang yang meninggal dunia di lokasi pertambangan milik Aang, warga Kampung Situhiyang, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara.

“Diperkirakan kedua korban kehabisan oksigen, akibatnya meninggal di dalam lubang (Pertambangan) dua-duanya,” kata Lukman.

Hal senada juga dikatakan Asbo, warga Panyaungan Barat, menurutnya korban meninggal di lubang pertambangan milik Aang yang mempunyai bos lagi bernama Yadi Jubur.

“Jadi saudara Aang ini sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan bosnya yaitu sodara Yadi Jubur,” jelasnya.

Wartawan berusaha mencari informasi dari pihak kepolisian setempat yakni dari Polsek Panggarangan, namun Kapolsek Panggarangan AKP Sadimun sedang tidak ada dikantor.

Sementara itu, Haerudin Camat Kecamatan Cihara mengaku tidak mengetahui atas musibah meninggalnya dua karyawan tambang batu bara tersebut.

“Permasalahan warga yang meninggal saya tidak tau karena sampai saat ini belum ada informasi ataupun laporan, padahal tadi ada rapat bareng Muspika kecamatan. Dari pihak polsek ataupun danramil juga hadir, tapi saat bertemu tadi tidak membahas kejadian tersebut. Saya baru tau ini dari rekan-rekan apalagi dari pihak desa juga tidak ada yang memberikan laporan,” ujarnya.

Penulis: Ujang Iskandar

 

News Feed