oleh

Merasa Dirugikan, DPD Partai Berkarya Tolak Gabung Aksi Unjuk Rasa

Foto Ketua Partai Berkarya, Hamida Gay dan Sekretaris, Fandi Lestaluhu (Jamil/Foto)

SULA, SEKILASINDO.COM – Terkait dengan 11 Partai politik dengan mengatasnamakan Front Tim Penyelamat Demokrasi yang akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kabupaten Sula, menolak keras untuk tidak bergabung, Senin (29/4/2019).

Hal itu itu disampaikan Sekretaris Partai Berkarya, Fandi Lestaluhu atas keterlibatan partainya dalam aksi tersebut.

Menurutnya, penolakannya atas dasar merasa ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang melibatkan partainya.

“Sangat disayangkan oknum yang mengatasnamakan Partai Berkarya, tentu sudah merugikan juga sangat tidak tepat dan mereka tidak miliki legetimasi hukum yang jelas SK dan Lain-lain sebagainya,” ungkap Fandi Lestaluhu Selaku Sekretaris Partai Berkarya saat diwawancarai sekilasindo.com, Minggu (28/04/19).

Dia menambahkan, tidak menandatangani surat dukungan rekomendasi aksi, maupun surat rekomendasi aksi dari pihak Kepolisian.

“Maka kami secara tegas atasnama Pimpinan Daerah mengklarifikasi karena pembenaran partai berkarya Di Kabupaten Kepulauan Sula hanyalah diketuai oleh Ibu Hamida Gay dan saya sendiri sebagai sekretaris partai, bukan di ketuai oleh pihak-pihak yang lain,” tegasnya.

Hamida Gay, Ketua Partai, mengatakan, aksi ini, pihaknya tidak ada pemberitahuan secara konstitusi maupun berupa surat yang dilayangkan kepadanya.

“Kami untuk tergabung dalam aksi tersebut, maka saya selaku Ketua Partai Berkarya menolak untuk bergabung dalam aksi tersebut,” cetusnya Hamida Gay. (Jamil)

News Feed