oleh

Mesin Combine Hervestar di UPTD BBI Caringin Dipertanyakan

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Alat mesin pertanian (Alsintan) berupa mesin Combine Hervestar di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Induk (BBI) Caringin kini di pertanyakan keberadaannya.

Pasalnya Mesin Combine Hervestar dari dinas pertanian kabupaten Pandeglang berjumlah 10 Unit. Namun yang ada hanya 7 Unit

Berdasarkan pantauan awak media sekilasindo.com, Sabtu (27/4/2019). Mesin Combine Hervestar itu terlihat kotor.

Dikonfirmasi Maman, penjaga gudang di kantor Balai Benih Induk (BBI) Caringin membenarkan bahwa mesin Combine Hervestar itu hanya 7 Unit dari 10 Unit

“Mesin yang kotor itu belum dicuci tapi kalau keberadaan 3 (tiga) unit mesin combine itu tidak tahu di mana keberadaannya silahkan tanyakan ke pak Nasir atau pak Asep,” ujar Maman di tempat kerjanya, Sabtu (27/4/2019).

Dihubungi terpisah Asep Mahpudin Kepala Seksi Pasca Panen dan Perlindungan Tanaman (P3T) Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang mengatakan keberadaan mesin Combine itu berada di Kecamatan Cikeusik dan belum dipulangkan.

Kata dia, mesin Combine tersebut sedang diservice di daerah Kecamatan Cikuesik, ditanya kapan dipulangkan, ia menjawab secepatnya.

Dikutip dari sorotdesa.com Alat mesin pertanian (Alsintan) berupa Combine Hervestar Ranger itu sempat diindikasikan terselundup ke wilayah Lebak, dimana ada salah satu kelompok tani Sahri yang merupakan warga Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak mengaku menjadi korban penipuan dan mengalami kerugian sebesar Rp 61 juta dengan modus jasa sewa combine harvester yang dijanjikan sewa atau rental selama dua tahun.

Namun kini mesin tersebut sudah diambil kembali, hal tersebut diakui oleh Asep Mahpudin bahwa masalah mesin Combine Hervestar Ranger itu sudah ada di tempat penyimpanan alat pertanian di BBI Caringin ***(Hadi)

News Feed