oleh

Kepsek MI & MTS Mifatahul Huda Diduga Selewengkan Dana Siswa Miskin (PIP)

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM- Maraknya korupsi dikalangan pejabat, baik pejabat tinggi maupun pejabat rendah meski sudah banyak yang terjerat masalah hukum hingga mendekam dibalik jeruji besi, nampaknya tidak membuat jera para Kepala Sekolah.

Begitu banyak prioritas pemerintah terhadap dana Program Indonesia Pintar (PIP) , yang nyata nyata diperuntukan  untuk memajukan dunia pendidikan agar masyarakat Indonesia bebas buta huruf tanpa batasan kaya dan miskin.

Dari pengakuan sejumlah orang tua/wali murid MI dan MTS Miftahul Huda warga  kampung Cikadu Desa Cijaralang Kecamatan Cimanggu mengatakan dana program indonesia pintar (PIP)  diduga telah dijadikan ajang korupsi oleh Oknum Kepala sekolah  MI dan MTS Miftahul Huda tepatnya di Kampung Tagelan Desa Cijaralang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang.

Padahal, diketahui Program Indonesia Pintar, atau yang di sebut PIP adalah bantuan berupa uang tunai dari pemerintah diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

“Selama terpegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu kurang lebih sekitar empat tahun  mulai dari MI hingga MTS ini. Namun belum pernah sekalipun menerima uang bantuan program itu, Aneh tapi setiap semester kami di pinta fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK),” Akunya sejumlah  orang tua MI dan MTS Mifatahul Huda itu dengan nada kesal.

Selain itu, kekesalan sejumlah orang tua wali murid itu  juga menjelaskan secara gamblang kepada sekilasindo.com Rabu (10/4/2019). Bahwa uang program itu tidak pernah di serahkan namun pernah mendengar bahwa uang itu di pergunakan untuk membeli bola dan dan lain-lain tanpa sekalipun musyawarah.

Bahkan Usup Mulyadi yang memiliki kelainan  (buta matanya) sekaligus orang tua dari siswa MI yang sekarang sudah masuk MTS kelas satu yang bernama Muktar mengaku bahwa anaknya pernah di ajak ke Bank untuk mencairkan uang program itu, Namun uangnya tidak di serahkan kepadanya.

” Ia, pak Muktar pernah di ajak ke Bank oleh Kepsek Inisal (SM) untuk mengambil uang, namun hanya melihat saja, jumlahnya tidak diketahui, tapi setelah itu Muktar di ajak untuk makan bakso,” cetus bocah lugu yang masih duduk di kelas satu MTS Mifatahul Huda itu.

Sementara itu di hubungi terpisah Kepala Sekolah MI melalui telepon genggamnya saat di konfirmasi dirinya mengatakan silahkan langsung kepada kepala yayasan.”Nanti aja langsung kepada kepala (pendiri) Yayasan aja untuk konfirmasi itu,”Ucapannya***(Jajang/Hadi).

News Feed