oleh

Ajak Orang Golput, KAHMI Banten Sepakat Mendorong Pemberian Sanksi

SERANG, SEKILASINDO.COM – Golput atau yang lazim disebut golongan putih diartikan sebagai sikap atau pilihan yang sengaja tidak memberikan hak suara dalam pemilihan umum atau pesta demokrasi pemilihan kepala daerah atau presiden.

Menurut sejarah, golput dimotori oleh Arief Budiman saat itu dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah yang dimaksudkan sebagai sikap politik terhadap kebijakan pemerintah Orde Baru (rezim Soeharto) yang dinilai sangat otoriter, dan pemilu hanya sebagai kamuflase demokrasi.

Artinya, setiap warga negara memberikan suara atau tidak dalam pemilu hasilnya tidak akan ada pengaruhnya apa-apa untuk perbaikan kehidupan bangsa Indonesia.

Dalam dialog khusus di salah satu radio di Banten, Koordinator Presidium KAHMI Majelis Wilayah (MW) Banten, Udin Safarudin menyatakan pihaknya sepakat mendorong pemberian sanksi bagi kelompok golongan putih. Namun, Udin menilai sanksi sebaiknya dijatuhkan kepada kelompok yang menggerakkan golput, bukan pemilih golput.

“Pelaku golongan putih kedepan harus diberikan sanksi sebagai efek jera. Kalau tidak dilakukan akan berdampak negatif. Termasuk juga soal hoax, jadi nantinya akan ada kepastian hukum,” kata Udin dalam dialog khusus di Radio Megaswasra, Kamis (21/3/19).

Sehingga kata Udin, termasuk hoax atau juga ghibah akan terhindar ketika memiliki kepastian hukum yang melarang golput. “Saya sebut bukan Golput, karena Golput itu putih dan putih itu suci. Kalau tidak mempunyai pilihan dan tidak mencintai negaranya bukan putih lagi tanda tanya besar bisa jadi hitam. Jadi sekali lagi harus ada kepastian hukum untuk pelaku golput ini,” tegasnya.

Setiap rakyat berhak untuk berdemokrasi, namun masih belajar dalam berdemokrasi akan tetapi ada batasan dimana diatur dalam UU. Namun demikian ada semacam kejenuhan karena hal itu. Maka dari kata dia, harus ada ketegasan dan aturan main dari aparat terkait, bagi mereka yang memainkan hoax maupun golput.

“Masyarakat Banten yang memilih ciri kegotongroyongan yakin bahwa mampu meminimalisir hoax, golongan putih atau golput,” tandasnya. (SA/red)

News Feed