oleh

Terima Bantuan Benih Padi dan Pupuk, Malah Dijual Belikan, Tapip: Itu Salah Perusahan

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Koordinator penyuluhan di Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang, Banten, Tapip, sudah mengetahui adanya dugaan jual beli terhadap bantuan benih padi gogo seharga 10 ribu perkantongnya.

Tapip juga mengaku ini akibat pihak  perusahaan yang mendistribusikan bantuan itu, bahkan kata Tapip dirinya menolak bila  pendistribusian tidak sampai ke titik bagi.

“Memang bantuan benih padi itu gratis, lantaran benih itu disalurkannya tidak sampai ke titik bagi, maka wajar saja bila  ada pergantian ongkos kepada masyarakat. Itu bukan penjualan tapi itu pergantian  ongkos,” dalih Tapip.

Sambung dia, bahwa tidak dipungkiri  adanya penyaluran batuan itu tidak berdasarkan Rumah Tangga Sasaran (RTS)  yang sudah ditentukan. Artinya tidak tepat sasaran.

Diberitakan sebelumnya, bahwa adanya bantuan bila tidak menebus benih tersebut senilai Rp.10.000 maka tidak berhak mendapatkan benih. Namun hal itu dibantah olehnya, hal itu bukan dijual tapi hanya ganti ongkos aja, karena tidak semuanya dibayar Rp. 10.000.

Disinggung adanya bantuan Pupuk Urea gratis dijual Rp. 30.000 per karungnya, bahkan sudah diakui oleh salah satu pengurus kelompok tani. Dari hasil penjualan pupuk urea gratis itu dirinya menerima hasil Rp. 300.000 tapi tidak mengakui. Tapi menurut dia, tidak dijual tapi pergantian ongkos aja.

Sambung dia, ini kesalahan dari pihak perusahaan dan pembuat komitmen Dinas Pertanian karena ketika mendistribusikan tidak sampai ke titik bagi. Bahkan kemarin itu bantuannya hanya sampai di persimpangan antara Kecamatan Cibitung dan Cibaliung.

Dihubungi terpisah Nasir Kepala Bidang Tanaman Pangan mengatakan kegiatan sudah dilaksanakan tahun 2018, tinggal menunggu panen saat ini.

“kita paham infrastruktur ke Cibitung sangat sulit, apalagi kemaren lagi di cor jalannya.” sambungnya,

Memang benih padi gogo dan pupuk urea subsidi bantuan dari pemerintah gratis, tapi itu pengelolaan dan pembagian oleh para kelompok. yang penting bantuan itu sampai ke lokasi dan ditanam oleh para petani penerima bantuan.

Adapun kebijakan agar sarana tersebut sampai kelokasi itu tanggungjawab para kelompok penerima, musyawarah dng anggota kelompok agar ada solusi sarana tersebut sampai ke lokasi petani.

“Saya kira tidak ada yang diperjual belikan.” Bela Kabid Tanaman Pangan Kabupaten Pandeglang.

“Itu kan dari pusat bantuan. padi gogo pak, sudah dibantu juga sudah syukur, memang infrastruktur kita yg parah membuat susah pendistribusian bantuan sampai ke titik bagi,” dalih dia.*(Hadi).

News Feed