oleh

Sejumlah Sekolah Dasar di Cibitung Terindikasi Update Dapodik Asal Jadi

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Cibitung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten terindikasi Update  Data pokok pendidikan (Dapodik). Hal itu terbukti dari Update data di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Manglid 1 dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kiara Payung 2 tidak singkron dengan data yang ada di sekolah.

Sehingga terindikasi adanya penyalahgunaan anggaran dana Bantuan  Operasional Sekolah (BOS) di sekolah itu.

Menurut informasi bahwa Update dapodik yang sudah sudah singkron itu berdasarkan data yang sudah ada di data dapodik kementrian pendidikan. Namun kali ini berbeda di Dapodik di dua sekolah itu ada hal yang janggal dengan updatenya sehingga dugaan penyalahgunaan Bantuan Operasional Sekolah tidak tepat sasaran.

Menurut Nana Suryana, di dapodik SDN Kiara payung 2 ada pembayaran honorarium hanya Rp 450.000 per triwulan nya untuk pembayaran 3 (tiga) guru sukwan pada tahun pelajaran 2017/2018 itu. Padahal kata dia di sekolah itu jumlah guru nya sekitar 6 (Enam) Sukwan.

Kata Nana, ini akibat kurangnya pengawasan dari pihak dinas pendidikan dan korwil setempat. Bahkan kata dia, dirinya menduga kalau di dapodik di dua sekolah itu terindikasi adanya penambahan siswa dan pengurangan Sukwan dalam Update Dapodiknya.

“Ini akibatnya bila Ops nya bekerja tidak serius bahkan kerja di lain tempat sehingga ketika Update data berantakan,” Ucapnya.

Dikonfirmasi Tohiri, Kepala Sekolah SDN Kiara payung 2 mengaku tidak mengetahui adanya dapodik yang tidak singkron dengan Update dari kementerian. Namun dirinya tidak membantah bahwa Ops nya punya kesibukan di lain tempat sehingga kurang maksimal dalam bekerja.

Terpisah Suki, Kepala Sekolah SDN Manglid 1 juga mengaku belum mengetahui bila dapodiknya yang diupdate ke kementerian tidak singkron dengan data di sekolah.

“Saya akan tanyakan dulu kepada operator sekolah nya,” singkatnya. (Hadi).

News Feed