oleh

Diduga Akibat Diprotes, Pengerjaan Proyek Drainase di Labuan-Cibaliung Lengang

 

Lokasi kegiatan proyek drainase

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Proyek preservasi dan pelabaran jalan menuju standar ruas Pesauran-Sp Labuan-Cibaliung dan Citeureup-Tanjung Lesung yang dikerjakan oleh PT. Hutama Prima dan PT. Multhi PHI Beta, PT. Esti Yasagama dan PT. Parama Karya Mandiri KSO dengan anggaran sebesar Rp. 119.096.150.000,- lengang, diduga akibat diprotes warga setempat dan sejumlah aktivis selatan, Jum’at (1/3/2019) lalu.

Papan plang proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Menuju Standar Ruas Pasauran-Sp Labuan-Cibaliung dan Citeureup-Tanjung Lesung

Dimana proyek pembangunan saluran air (Drainase) di ruas jalan Raya Labuan – Cibaliung dalam tahap pelaksanaan terkesan asal-asalan dan mangkir dari rencana anggaran biaya (RAB), proyek drainase itu tepatnya di Kampung Solodengen Desa Panimbang Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Diketahui banyak warga dan aktivis yang memprotes bangunan itu, lantaran menurut mereka (Warga dan Aktivis) menyimpang dari spesifikasi gambar yang ada, Jumat (1/3/2019).

Berdasarkan pantauan kembali sekilasindo.com tidak ada kegiatan apapun di lokasi pekerjaan drainase yang diprotes warga itu. Dilokasi kegiatan hanya ada tumpukan material dan bangunan sisa pembongkaran yang kemarin di bongkar oleh para pekerja di lokasi itu, Sabtu (2/3/2019).

“Proyek drainase ini kemarin diprotes warga dan aktivis sehingga hari ini tidak ada kegiatan lagi. Kemarin saya menyaksikan bahwa proyek ini diprotes warga dan aktivis selatan,” kata Sujana Akbar, warga setempat yang menyaksikan saat protes terjadi.

Ditemui Feri, Aktivis Selatan dari Hukum dan HAM GIB Korwil Banten mengaku bahwa dirinya standby di lokasi untuk memantau kegiatan dari pagi hingga kini tidak ada kegiatan apapun.

“Saya dari pagi di lokasi proyek ini, tapi dari pagi hingga kini, tidak ada kegiatan apapun dilokasi,” kata Heri

Ditanya soal penyebab tidak ada kegiatan, dirinya tidak begitu mengetahui, memang betul kemarin sempat ada banyak aktivis dan warga.

Hingga saat ini belum diketahui jelas menjadi penyebab tidak adanya kegiatan di proyek tersebut.

sekilasindo.com masih terus berusaha untuk konfirmasi terhadap pihak pelaksana dan konsultan, karena dilokasi kegiatan belum pernah ditemui pihak terkait untuk bisa memberikan informasi lebih lanjut.*(Hadi).

News Feed