oleh

Hadiri Pelantikan BPD, Bupati Takalar: IPM Harus Naik dan Kurangi Anak Putus Sekolah

Bupati Takalar Syamsari Kitta, saat menghadiri pelantikan BPD Mangarabombang.

TAKALAR, SEKILASINDO.COM — Kepala Kecamatan Mangarabombang Mappaturung S. Sos, melantik 99 anggota BPD yang diwakili 11 orang sebagai Ketua BPD di masing-masing desa di Mangarabombang. Pelantikan berlangsung di di halaman Kantor kecamatan Mangarabombang, Selasa (26/2/2019).

Pelantikan BPD ini berdasarkan surat keputusan Bupati Takalar nomor 98 tahun 2019 tentang pengesahan kepengurusan Badan Permusyawaratan Desa dalam wilayah Kecamatan Mangarabombang periode 2019-2025.

Camat Mangarabombang, Mappaturung S. Sos, saat melantik Ketua BPD terpilih di aula kantor camat Marbo.

Pelantikan ini dihadiri langsung oleh Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, didampingi Legislator PKS Sulaeman Rate, Kabag. Pemerintahan Setda. Takalar, Ketua Panwaslu Takalar, para Anggota Muspika Kecamatan, para Kades di Kec. Mangarabombang dan seluruh jajaran Kantor camat Mangarabombang.

Bupati Takalar menitipkan pesan kepada BPD dan anggotanya bahwa Unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ini sangat fital di dalam membangunan kehidupan demokrasi di tingkat desa, mengawasi dan membantu kita dalam pemerintahan untuk sama-sama membangun desa, memberikan arahan kepada terlaksananya pembangunan di desa dan tahun ini dana desa kita naik karena kita dituntut untuk tepat sasaran, telat penggunaan dan betul-betul bisa membantu memberdayakan masyarakat untuk menaikkan kesejahteraannya.

Menurutnya, salah satu unsur penting dalam pemerintahan desa yaitu BPD telah rampung dan sudah dilantik oleh camat Mangarabombang.

“Supaya pemerintahan kita menjadi pemerintahan yang sukses, saling bekerjasama dan bergandengan tangan, harus selalu mendengar petunjuk dari Camat karena camat selalu mewakili 01 kabupaten”.Urainya.

Trakhir, H. Syamsari juga menitip pesan di kecamatan Marbo, selain pembangunan fisik juga melakukan upaya menaikkan IPM salah satunya mengurangi jumlah anak yang putus sekolah, menggalakkan shalat berjamaah sekaligus membuat kelompok belajar paket B dan C bagi orang tua yang pendidikan sebelumnya tidak menuntaskan wajib belajar 9 tahun serta memperbaiki kualitas kesehatan melalui kader kesehatan yang telah dibentuk oleh Pemerintah daerah.

News Feed