oleh

Perum Perhutani Serang Buat Kecewa Tokoh Ulama Carita

 

Tokoh Ulama Kecamatan Carita Ustadz Yani

PADEGLANG, SEKILASINDO.COM – Anhar Muhyani alias ustadz Yani yang merupakan kasepuhan dan tokoh ulama carita kecewa dengan sambutan seorang  pejabat Perhutani Serang. Lantaran merasa terhina seperti pengemis. Padahal kata dia kedatangannya itu guna membahas penyelesaian pengembalian milik investor yang dulu pernah diputuskan kerja sama secara sepihak.

Pertemuan itu dalam rangka penyelesaian permasalahan investor dengan pihak perhutani soal pengembalian uang yang bernilai ratusan juta rupiah.

Tokoh Ulama, Ustadz Yani mengaku dirinya mendatangi kantor Perum Perhutani serang Provinsi Banten. Namun sesampai di Serang oleh seorang pejabat bernama Agus mengeluarkan kalimat “silahkan pake preman atau pake cara apa, saya merasa pake uang juga tidak,” ujar Yani menirukan pejabat perhutani itu.

“Kedatangan saya kesini (perhutani serang) dalam rangka menagih uang Investor, namun sesampainya ke kantor saya dibuat kecewa dengan sambutan mereka, mereka yang meminta saya menyelesaikan ini dengan jalan damai, mereka yang menjanjikan, akan tetapi mereka yang ingkar dan sombong,” imbuhnya.

Sementara itu, investor mengatakan  kemaslahatan adalah kunci dari setiap permasalahan, sebelumnya semua orang juga tahu dirinya telah mengeluarkan uang ratusan juta. Namun setelah dibangun, diperbaiki bangunan milik perhutani tersebut kini diberhentikan secara sepihak.

Kata Investor itu, pihak perhutani akan mengembalikan uang kepada dirinya, namun sudah beberapa kali pertemuan belum ada penyelesaian.

“Saya memang hari Kamis kemarin 21 Februari 2019 itu, tidak bisa hadir ke Kantor Perhutani maka saya persilahkan Ustadz Yani yang datang ke Kantor itu, namun Alhasil dikecewakan,” ujar Munir Investor Perhutani.

Dihubungi terpisah Agus Pejabat Perhutani Serang, dirinya membantah telah membuat kecewa tokoh ulama itu, karena kata dia pihak kantor itu ada prosedurnya dalam melakukan pergantian uang tersebut. Terlebih kemarin telah terjadi bencana tsunami, maka Investor baru  pengganti Investor yang lama belum ada.

“Kitakan sudah bilang kita sudah berusaha untuk mengganti uang itu, tapi kita nunggu investor baru, dan ini juga kita sudah berusaha mudah-mudahan di ACC secepatnya, dan surat dari pak Yani kita akan bawa ke Bandung,” ujarnya. (Hadi).

News Feed