oleh

Sinjai Merupakan Lumbung Sapi Terbesar di Sulsel

Ternak sapi di Kabupaten Sinjai

SINJAI, SEKILASINDO.COM – Di Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat beberapa daerah yang merupakan daerah potensial penghasil hewan ternak terbaik dan memadai. Namun dari 24 Kabupaten di Sulawesi Selatan, Kabupaten Sinjai merupakan salah satu kabupaten yang paling memiliki potensi ternak yang paling memadai. Terutama untuk ternak sapi.

Bahkan di Sulawesi Selatan. Sinjai menjadi salah satu penyumbang supplier sapi potong dan sapi bibit untuk daerah lainnya yang berada di luar Provinsi Sulawesi Selatan, terutama untuk provinsi Kalimantan timur dan Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Aminuddin Zainuddin menuturkan untuk menjaga potensi ternak sapi tersebut tetap unggul maka perlu dilakukan langkah-langkah dalam rangka mendorong dan meningkatkan produksi daging nasional melalui eksentifikasi dan intensifikasi pengembangan sapi potong di Kabupaten Sinjai.

“Daerah yang potensial untuk pengembangan sapi potong ini adalah kawasan timur Indonesia. Mengingat potensi lahan yang cukup luas serta ketersediaan pakan ternak yang memadai. Hal demikian juga berdampak kepada penghasilan peternak yang bisa mendongkrak kesejahteraan mereka,” Kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Aminuddin Zainuddin.

Berdasarkan data yang ada, Angka Ternak Sapi di Sinjai (Tahun 2014-2018) sebagai berikut:

Kecamatan Sinjai Barat : 8.796 ekor sapi potong  tahun 2014 : 9.299 ekor sapi potong di tahun 2015 : 9.689 ekor sapi potong ditahun 2016 :10.069 ekor sapi potong ditahun 2017 : 10.549 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Sinjai Borong : 5.427 ekor sapi potong ditahun 2014 : 5.737 ekor sapi potong ditahun 2015 : 5.983 ekor sapi potong ditahun 2016 : 6.219 ekor sapi potong ditahun 2017 : 6.517 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Sinjai Selatan : 16.007 ekor sapi potong ditahun 2014 :16.923 ekor sapi potong ditahun 2015 : 17.632 ekor sapi potong ditahun 2016 : 18.319 ekor sapi potong ditahun 2017 : 19.193 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Tellulimpoe : 15.789 ekor sapi potong ditahun 2014 : 16.692 ekor sapi potong ditahun 2015 :17.391 ekor sapi potong ditahun 2016 : 18.073 ekor sapi potong ditahun 2017 : 18.935 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Sinjai Timur : 13.353 ekor sapi potong ditahun 2014  : 14.118 ekor sapi potong ditahun 2015  : 14.709 ekor sapi potong ditahun 2016 : 15.286 ekor sapi potong ditahun 2017 : 16.015 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Sinjai tengah : 12.921 ekor sapi potong ditahun 2014 :13.660 ekor sapi potong ditahun 2015 : 14.233 ekor sapi potong ditahun 2016 : 14.790 ekor sapi potong ditahun 2017 : 15.495 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Sinjai Utara : 5.058 ekor sapi potong ditahun 2014 : 5.347 ekor sapi potong ditahun 2015 : 5.571 ekor sapi potong ditahun 2016 : 5.789 ekor sapi potong ditahun 2017 : 6.065 ekor sapi potong ditahun 2018.

Kecamatan Bulupoddo : 15.004 ekor sapi potong ditahun 2014 : 15.862 ekor sapi potong ditahun 2015 :16.526 ekor sapi potong ditahun 2016 : 17.173 ekor sapi potong ditahun 2017 : 17.992 ekor sapi potong ditahun 2018.

Dari sebaran data populasi sapi potong di setiap kecamatan di kab. Sinjai dari tahun 2014-2018 mengalami peningkatan. Hanya saja satu Kecamatan yang tak terlalu signifikan perihal penyediaan sapi potong yakni Kecamatan Pulau Sembilan.

* Data Pemotongan ternak di RPH dan luar RPH di Kabupaten Sinjai 2014-2018*

1. Kerbau 183 ditahun 2014,139 ditahun 2015,309 ditahun 2016,197 ditahun 2017,291,ditahun 2018

2. Kuda 489, ditahun 2014,401, ditahun 2015,382 ditahun 2016,277, ditahun 2017,589 ditahun 2018.

3. Sapi potong 5.360 ditahun 2014,5.776, ditahun 2015,6707, ditahun 2016,6.950, ditahun 2017,6909 ditahun 2018.

4. Kambing, 6.784 ditahun 2014, 4.975,ditahun 2015, 5.385 ditahun 2016, 5.488 ditahun 2017, 5.855, ditahun 2018.

5. Ayam buras, 733,3622, ditahun 2014, 812, 271, ditahun 2015, 824,490 ditahun 2016, 554,604, ditahun 2017, 448,488 ditahun 2018.

6. Ayam ras pedagang,  294,070, ditahun 2014, 271,598, ditahun 2015,365,750, ditahun 2016,297,350, ditahun 2017,13.500 ditahun 2018

7.Ayam ras petelur, 26,58, ditahun 2014,6.847, ditahun 2015,62.450, ditahun 2016,55.500 ditahun 2017, 297.690 ditahun 2018.

8.Itik 1.218 ditahun 2014,1.426,ditahun 2015, 2.326, ditahun 2016, 2.953, ditahun 2017, 2.953 ditahun 2018

Sedangkan Data  jumlah pengeluaran ternak Kabupaten Sinjai tahun 2014-2018.

1.Kerbau  5 ekor ditahun 2014, 15 ekor ditahun 2015, 5 ekor ditahun 2016, 13 ekor ditahun 2017, 20 ekor ditahun 2018.

2.Sapi potong 5.439 ekor ditahun 2014, 4.386 ekor ditahun 2015, 5.817 ekor ditahun 2016, 3.883 ekor ditahun 2017, 3.443 ekor ditahun 2018.

3.Kambing 137 ekor ditahun 2014, 537 ekor ditahun 2015, 1.749 ekor ditahun 2016, 953 ekor ditahun 2017, 1.063 ekor ditahun 2018.

4. Ayam buras 3.55, ekor ditahun 2014, 5.550 ekor ditahun 2015, 234, 230 ekor ditahun 2016, 71,306, ditahun 2017, 91.000 ditahun 2018, sedangkan kuda keseluruhan hanya 120 sapi perah dan 5 ayam pedaging, ayam ras petelur, dan juga itik tidak di berlakukan.

*Distribusi Ternak ke Beberapa Daerah di Sulawesi Selatan*

Terdapat beberapa ternak di kabupaten Sinjai pada tahun 2018 yang didistribusi ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan, yaitu kerbau dengan jumlah 20 ekor dengan tujuan ke Tana Toraja. Sapi potong 3.443 ekor, daerah tujuan, Kalimantan Timur, Bone, Makassar, Gowa, Bulukumba, Sulbar, (Mamuju dan Polman), Gorontalo, dan Sidrap. Kambing 1.063 ekor daerah tujuan Makassar, Bulukumba, Bone, Gowa. Ayam buras 91.000 ekor, daerah tujuan Makassar, Wajo, Bone, Bulukumba, Gowa, Barru, dan pangkep.

Usaha ternak sapi potong di Kabupaten Sinjai ini masih sangat potensial untuk dikembangkan. Namun, masyarakat yang mengembangkannya terbentur dengan masalah permodalan, padahal usaha ternak ini dapat dijadikan solusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya kegiatan usaha ternak yang dapat dikelola  masyarakat adalah pengembangan sapi potong yang dapat sekaligus memberi kontribusi pada perbaikan ekonomi masyarakat yang imbasnya ke produksi daging nasional. Kata drh. Aminuddin Zainuddin

Perlu diketahui anggaran yang dikelola peternakan melalui APBD sebesar Rp10 miliar lebih. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 7 miliar lebih, jelas drh. Aminuddin Zainuddin. (Aswin Rasyid).

News Feed