oleh

Soal Dugaan Pungli 10 % Koordinator PKH di Kecamatan Cigeulis Kirim Klarifikasi Tertulis Lewat What’s App

Foto ilustrasi

PANDEGLANG SEKILASINDO.COM – Adanya dugaan pungutan liar 10 persen terhadap Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kampung Cipetey Desa Ciseureuheun Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Minggu (17/2/2019).

Koordinator Kecamatan Cigeulis yakni Ahmad Didi Rosyadi mengaku sudah mengetahui adanya hal tersebut sehingga saat dikonfirmasi dirinya meng-share tulisan klarifikasi melalui pesan WhatsApp nya.

Klarifikasi dalam pesan WhatsApp

Ini tulis pesan WhatsApp yang di kirim ke sekilasindo.com, Minggu (17/2/2019). Izin melaporkan sekaligus klasifikasi, sy sudah bertemu dengan pendamping desa tersebut, kak Ervan,  beliau membenarkan adanya oknum ketua yg melakukan pungutan 10%, dan itu dilakukan di kp. Cipeuteuy saja, dan tidak dilakukan disemua kelompok, pada akhirnya satu minggu yg lalu, dilakukan pertemuan utk membahas hal tersebut yang dihadiri oleh pelapor dan terlapor, juga disaksikan oleh Kanit Babinkamtibmas, pihak desa dan tokoh masyarakat, dengan kesimpulan dana tersebut dikembalikan, dan oknum ketua kelompok minta maaf pada KPM kp. Cipeuteuy, namun sayang, dana tersebut tidak diterima oleh KPM karena merasa dana tersebut diberikan ikhlas ridho utk kebutuhan kelompok.

Sehingga pada akhirnya masalah tersebut sudah dianggap clear final oleh semua pihak. Dalam hal ini ketua kelompok sdh ada itikad baik utk mengembalikan, dan pak ervan sebagai pendamping tidak tahu apa-apa dan tidak sama sekali mengintruksikan adanya pungutan. Demikian yang bisa saya sampaikan. Jazakallah khairo katsir,wal afwu minkum.

Kata Ahmad Dudi, bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Ciseureuheun Kecamatan Cigeulis sekitar, 400 Peserta (KPM).

Ia juga menambahkan akan melakukan Investigasi lagi ke lapangan besok.

“In Shaa allah saya dan team yang lain akan investigasi lebih dalam ke lapangan, setelah pulang dari acara di Panimbang besok.” tukasnya. (Hadi).

News Feed