oleh

Dugaan Pungli Dana PKH Kembali Terjadi

Ilustrasi

PANDEGLANG,SEKILASINDO.COM- Dugaan pungutan liar di  Program Keluarga Harapan (PKH) kini kembali mencuat, Padahal sebelumnya telah  terjadi dugaan pungli  di Desa Banyumekar Kecamatan Labuan. Bahkan pihak Dinas sosial Kabupaten Pandeglang telah menerima klarifikasi yang di sampaikan oleh pihak pendamping setempat. Namun kali ini terjadi beda Kecamatan yakni di Desa Tembong Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang. Minggu (10/2).

Menurut informasi yang di himpun Sekilasindo.Com. Dugaan pungutan liar itu di lakukan oleh ketua kelompok sebesar 10 persen dari jumlah uang yang di terima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan peruntukan nya pun tidak jelas.

Menurut Hamdah di waktu pencairan dana PKH, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yakni  ATM  di minta oleh ketua kelompok untuk di kumpulkan, sekaligus menginformasikan bahwa dana PKH sudah masuk dan bisa di cairkan.

” Jumlah dana yang di terima KPM  PKH itu beda-beda tergantung kebutuhannya tapi tidak utuh lantaran di minta 10 persen. Dana yang di terima saya Rp. 1.900.000 tidak utuh karena di potong Rp.190.000. Seandainya  Rp. 30.000 saya ikhlas buat ganti Ongkos.” Ujar Hamdah wanita yang sedang hamil itu.

Hal itu di benarkan oleh KPM PKH. Isah dirinya mengaku memperoleh dana PKH sebesar Rp. 1.200.000, Namun di potong Rp. 120.000. jadi bersih yang dia terima Rp. 1080.000.

“Saya punya anak dua yang sekolah dan saya menerima uang PKH Rp. 1.200.000, di potong 10% jadi saya terima Rp.1080.000.” Akunya.

Sementara itu,  pendamping PKH desa Tembong Kecamatan Carita, Hamdiah saat di temui sedang tidak ada di tempat dan dihubungi ber kali-kali melalui telepon selulernya tidak diangkat. (Ade M/Hadi).

News Feed