oleh

Diduga Ada Pungutan Liar, Pendamping PKH Panggil Ketua KPM ke Kantor Desa Tembong

Beberapa ketua Kolompok dan KPM-PKH kumpul di kantor Desa Tembong Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Senin (11/2/2019). (Hadi-Foto)

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Adanya dugaan pungutan liar yang di lakukan oleh ketua kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) kini jadi perbincangan di kalangan masyarakat dan Netizen Facebook. Dan kini Ketua kelompok harus berurusan dengan Pendamping.

Panggilan tersebut di lakukan pendamping untuk meminta klarifikasi lantaran adanya pemberitaan di media online sekilasindo.com.

Berdasarkan informasi dari awak media tersebut, beberapa ketua Kolompok dan KPM-PKH kumpul di kantor Desa Tembong Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Senin (11/2/2019).

Turut hadir di acara tersebut yakni Pendamping Desa PKH, pihak kepolisian, aparatur desa dan penerima manfaat PKH.

Dari hasil konfirmasi, Pendamping Desa PKH yakni Hamdiah mengaku bahwa dirinya tidak menyaksikan langsung pembagian uang yang diterima oleh penerima manfaat program keluarga harapan.

“Uang tersebut langsung KPM-PKH yang mengambil nya adapun pencarian nya oleh ketua kelompok. Saya tidak mengetahui adanya pungutan tersebut,” dalih Pendamping PKH, Hamdiah

Kata Hamdiah dirinya juga mengaku dari hasil pemanggilan itu, KPM-PKH bahwa terjadi pemungutan. Tapi kini sudah di kembalikan  lagi.

“Saya tanya langsung ke yang bersangkutan (KPM-PKH*red) sudah menerima uang yang sudah di potong oleh Ketua Kelompok,” ujarnya.

Berselang sejenak, akhirnya dirinya mengakui bahwa memang ada anggota yang dipotong dengan jumlah tersebut.

“Ya saya hari Jum’at kemarin sudah mengimbau kepada semua ketua kelompok karena sudah ada pengaduan dari peserta penerima program. Dan saya juga meminta untuk tidak melakukan pungutan di luar Kas , karena Kas itu sekitar 30ribu rupiah per peserta penerima program keluarga harapan.” akunya. (Hadi).

News Feed