oleh

Investor Lirik Jeneponto Pembangunan PLTS

 

Foto bersama Bupati Jeneponto, OPD dan Investor dari Malaysia.

JENEPONTO, SEKILASINDO.COM – 
Investor terus berdatangan dari Luar negeri seperti sebelumnya investor
bernama Nusa Suriamas Group
dari Negara malaysia melirik Kabupaten Jeneponto ingin menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Nusa Suriamas Group yang bergerak di bidang energi dari sektor Pembangkit Listri Tenaga Sampah (PLTS), datang melakukan studi kelayakan. Sekaligus melakukan MoU bersama Pemda Jeneponto di kantor Pemda Jeneponto, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Kamis (7/2/2019).

Direktur Executive Chairman Nusa Suriamas Group, Abu Sarin Baha mengatakan, demi terwujudnya proyek ini, pihaknya bakal menyiapkan anggaran sebesar Rp500 miliar.
Dimana PLTS yang bakal dibangun di Jeneponto ini nantinya akan menggunakan teknologi dari Finlandia, Korea dan Malaysia. Jeneponto diakuinya merupakan daerah yang paling strategis di Sulsel.

“Kita dengar apa yang disampaikan Pak Bupati bahwa Jeneponto telah menghasilkan banyak proyek-proyek yang sukses, seperti PTLB dan PLTU,” katanya.

Dia menjelaskan, proyek ini membutuhkan luas tanah sekitar 20 hektare lebih, dimana dalam prosesnya, bakal membutuhkan kurang lebih 500 ton sampah per hari. Itu untuk mengalirkan energi listrik yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga warga.

Keunggulannya kata dia, PLTS ini selain menggunakan dari sampah rumah tangga, bahan baku juga bisa berasal kotoran sapi, kotoran ayam, dan sejenisnya.

“Setelah teken MoU-nya ini, kita akan studi kelayakan selama 4 bulan dan selanjutnya dilanjutkan ke pembangunannya,” katanya.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar melalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Jeneponto, Syafruddin Nurdin, mengatakan sangat menyambut baik. Dihadapan rombongan pihak perusahaan investor, Sekkab berjanji bakal memberikan kemudahan.

“Bahwa kami komitmen memberikan perizinan dipermudah, pasti, cepat, nyaman dan aman,” katanya.

Terkait bahan baku, volume sampah rumah tangga yang dibuang masyarakat Jeneponto, hanya 147 ton perhari. Sehingga kata dia, otomatis bahan baku juga bakal diambil dari kabupaten lain. “Saya kira itu tidak masalah,” singkatnya.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Jeneponto, Suardi mengaku jika ini terealisasi, maka juga akan berdampak pada kebersihan daerah.

“Otomatis sampah, tidak terbuang begitu saja lagi. Sehingga kota menjadi bersih,” tutup Suardi. *(Fir).

News Feed