oleh

Fransiskus Fozisokhi L: Indonesia membutuhkan Pemimpin sejati

Fransiskus Faozisökhi L, Ketua Bidang Kajian Sosial, Politik Kemasyarakatan *Jokowi 2 Periode (J2P)*

JAKATA SEKILASINDO.COM- Pesta Demokrasi yang akan digelar melalui Pemilihan Umum (Pemilu) Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019 -2024, pada 17 April 2019 mendatang, merupakan pesta rakyat indonesia untuk terus mempertahankan kepercayaan dunia.

Ketua bidang kajian sosial politik kemasyarakatan untuk pemenangan Joko Widodo-KH Maruf Amin atau Jokowi 2 Periode (J2P) Fransiskus Faozisökhi L, menyatakan, Indonesia membutuhkan Pemimpin yang sejati. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang menunjukan kebaikan dalam seluruh tutur kata dan komitmen berbagi peran melalui tanggung jawab seratus persen terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Pemimpin baik tidak merasa istimewa atau paling dibutuhkan, karena setiap orang dapat memberikan yang terbaik dalam dirinya untuk kepentingan banyak orang kendatipun ada kegagalan dalam kepemimpinan.

Hal ini disampaikan Fransiskus dalam diskusi khusus di Hotel Ibbis Menteng, Jakarta Pusat, 1/2/2019.

Menurut Fransiskus , Joko Widodo,  bertanggung jawab  tanpa perlu berdalih menyalahkan orang lain dan lingkungannya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menyadari kelebihan dan keterbatasan dirinya dimata publik pada umumnya. Bila perlu ditakar secara jujur, pemimpin baik dapat mengakui lebih banyak keterbatasan yang dimilikinya dibanding kelebihannya. Cuma, kelebihan dan keterbatasan, tidak membuat Ia sombong atau minder dalam memimpin.

” Karena, tujuannya lebih pada niat tulus untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat dan bangsa yang dipimpinnya. Bahkan, sekalipun jabatan yang diembannya dikudeta. Pemimpin baik, tidak beranggapan hanya dengan posisi puncak jabatan dapat berbuat baik. Namun kapan saja dan di tempat mana pun, ia dapat memberikan yang terbaik dari dalam dirinya tanpa pamrih. Posisi jabatan adalah sarana untuk melakukan kebaikan yang lebih tersistematis dalam tata pemerintahan. Selain itu semua, banyak sikap dan tindakan positif yang bisa dilakukan dalam kerja biasa atau kegiatan sehari-hari,”  terang Fransiskus

Fransiskus menilai, Jokowi merupakan sosok pekerja keras. Jokowi adalah sosok pemimpin yang rendah hati. Beragam program telah dilakukan selama menjabat untuk membangun kesejahteraan maayarakat, melalui program-program yang tersistem, sebut saja program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan dana desa. “Dia juga terus bekerja keras untuk terus membangun infrastruktur demi pemerataan ekonomi,” papar nya.

Masih lanjut Fransiskus, ia mengaku mengenal Jokowi sebagai sosok yang sederhana. Jokowi, menurutnya benar-benar mendidik keluarganya dengan sangat sederhana. Terbukti, anak-anaknya tidak ada yang mencari bisnis di pemerintahan, meskipun dia berkedudukan sebagai presiden. Bahkan istrinya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga yang baik, dan tidak memanfaatkan posisinya untuk mencari proyek.

” Indonesia hari ini membutuhkan Pemimpin yang sejati. Kalau kita mempunyai pemimpin yang baik, sejatinya Ia bisa membawa Indonesia terus maju, hebat, bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia,” tandasnya. (uu)

News Feed