oleh

Dewan Pendidikan : Siswa Miskin Itu Mestinya Dapat Program, Bukannya Dibebankan Iuran

 

PANDEGLANG, SEKILASINDO.COM – Sekretaris Dewan Pendidikan, Eka Supriatna SH menanggapi terkait hal dugaan pungutan liar yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pagelaran Kabupaten Pandeglang yang dilakukan terhadap siswa miskin yatim piatu.

Eka menyampaikan, kalau memang siswa tersebut miskin, terlebih yatim piatu, sejatinya sekolah memberikan siswa tersebut bantuan melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau PIP. Bukan malah diberi beban iuran yang macam-macam, harusnya mendapatkan dispensasi dari sekolah.

“Insyaallah kami akan cross check langsung ke lapangan agar informasinya valid & proporsional (berimbang),” kata Eka Supriatna SH sekertaris Dewan Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Sabtu (2/2/2019).

Dirinya juga berpesan kepada Sekolah agar tidak segan untuk melakukan konsultasi terkait kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Dinas agar dalam setiap membuat keputusan atau kebijakan tidak berbenturan dengan regulasi yang ada.

“Di sekolah ada 3 macam sumber keuangan sekolah diantaranya Bantuan, Sumbangan, Pungutan. Nah, selama kebutuhan sekolah tersebut tidak bisa tercover oleh BOS maka pihak komite sekolah dibolehkan mencari alternatif lain. Namun dasarnya harus benar-benar atas musyawarah serta kesepakatan bersama para orang tua/ murid dengan didasari oleh daftar hadir, notulan rapat, dokumen rapat, serta instrumen lain yang mendukung terhadap kegiatan tersebut,” bebernya.

Penggalangan atau sumbangan maupun pungutan itu mesti atau “HARUS” memberikan tembusan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang

“Saya seringkali mengimbau ke pihak Kemendikbud agar dalam setiap mengeluarkan kebijakan harus disertai dengan alokasi dana yang mendukung kepada kebijakan tersebut di satu sisi sekolah dianjurkan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun fasilitas untuk melaksanakan kegiatan tersebut tidak ada,” keluhnya.

Penulis : Hadi Isron.

News Feed