oleh

Begini Penjelasan Polisi Soal Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Tsunami di Jual

PANDEGLANG SEKILASINDO.COM – Polisi Sektor (Polsek) Panimbang Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang telah mendengar informasi kasus dugaan penyalahgunaan penyaluran bantuan berupa sembako di antaranya Mie Instan, Sosis, Susu kidz dan pempes yang dijual oleh Dian, tak lain seorang istri pegawai Kecamatan Panimbang.

Sembako tersebut diduga dijual ke warung atau toko Hj. Janasih istri dari H. Wawan. Namun, berdasarkan pemeriksaan, polisi menyatakan belum menemukan unsur pidana seperti yang disebutkan.

” Dari hasil pemeriksaan atau penyelidikan pihak polisi sementara ini, di nyatakan belum cukup unsur ke ranah pidana,” kata IPDA Dasep Dudi Rahmat, SH, di dampingi Kapolseknya AKP H. Sukarman di ruang kerjanya. Kamis (31/1/2019).

Soal dugaan penjualan sembako itu, polisi mengaku hal yang wajar terlebih itu sembako tersebut punya pribadi dari hasil dia mengungsi maka sementara ini dari hasil pemeriksaan belum di temukan unsur pidana.

“Kalau kita kan melihat unsur pidananya, cukup enggak, modusnya apa. Kalau memang cukup unsur maka kita bisa tahan pelakunya.” Ujarnya.

Kendati demikian polisi mengaku Senin mendatang akan memberikan undangan kepada rekan LSM yang telah memberikan informasi awal terhadap pihak kepolisian, dan kalau memang mereka ( lima orang LSM* red) ada bukti yang lebih Otentik maka kita akan tingkatkan ke penyidikan.

” Untuk sementara ini berdasarkan pemeriksaan, kita belum bisa mengatakan siapa yang jadi tersangka lantaran belum cukup unsur pidana,” tukasnya.

” Dari hasil Introgasi kita kepada semua rekanan LSM yang datang ke Polsek ini tidak ada satupun yang mengatakan bantuan sembako itu bersumber dari mana atau dari siapa.” Tambahnya.

Sementara Asep Teja Suami dari Dian sangat menyesalkan informasi tersebut terlebih sampai ke ranah kepolisian karena kata dia bantuan yang di terimanya adalah hasil dari para relawan di saat mengungsi.

” Itukan sembako punya saya pribadi karena sembako itu di dapat dari hasil pemberian para relawan. Jadi sembako itu berarti jatah saya adapun saya mau tukar atau jual itukan gimana saya, ko ini mah di permasalahkan padahal para pengungsi lain juga banyak yang menjual, kenapa harus saya yang di permasalahkan,” kata Asep di kantor Kecamatan Panimbang di depan para pegawai kecamatan Panimbang.

Penulis: Hadi Isron.

News Feed