Membangun Tanpa IMB, Proyek RS. Sumber HIdup GPM Merusak Rumah Warga Sekitar

MALUKU, SEKILASINDO.COM – Proyek pembangunan yang saat ini dilakukan oleh RS. SUMBER HIDUP (RS. GPM), ternyata membawa bardampak buruk bagi warga disekitar lokasi pembangunan.


Pekerjaan galian dan penimbunan galian dengan menggunakan alat excavator secara terus menerus yang dilakukan tepat dibawah tembok pembatas halaman, telah mengakibatkan bergesernya pondasi rumah kel. Huliselan yang lokasi rumahnya bersebelahan dengan proyek pembangunan.

Akibatnya, tembok pembatas halaman, dinding dan lantai ruangan dapur miring bahkan sudah terbelah. Kerusakan-kerusakan tersebut semakin bertambah parah seiring dengan pekerjaan yang terus dilanjutkan oleh Panitia Pembangunan RS. Sumber Hidup GPM tanpa menghiraukan keamanan dan keselamatan kel. Huliselan yang adalah warga yang berbatasan langsung dengan kompleks RS. Sumber Hidup GPM.

“Kami telah sampaikan secara lisan dengan itikad baik kepada Panitia Pembangunan RS. Sumber Hidup GPM untuk memperhatikan keselamatan dalam bekerja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan agar kerusakan-kerusakan tersebut tidak bertambah parah namun Panitia Pembangunan RS. Sumber Hidup GPM merespon hanya dengan meminta kel. Huliselan bersabar tanpa ada titik penyelesaian yang jelas” Ujar Bpk. J. Huliselan, Rabu (30/01/19).

Lanjut Huliselan, ia telah membuat surat pengaduan kepada Walikota Ambon dan telah ditinjau oleh Satpol PP Kota Ambon dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Ambon, namun tidak ada tindak lanjut untuk menertibkan proyek pembangunan di lingkungan Rumah Sakit Sumber Hidup GPM Ambon yang secara kasat mata, tidak memasang papan IMB yang menjadi suatu legalitas sebuah kegiatan pembangunan fisik dilaksanakan.

Ironisnya, proyek pembangunan RS. Sumber Hidup GPM tetap dilanjutkan dan sampai dengan hari ini, tidak ada tanda-tanda penyelesaian masalah oleh pihak RS. Sumber Hidup GPM dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang juga seakan tidak peduli. Akibatnya kel. Huliselan terus mengalami kerugian yang bertambah akibat rusaknya bangunan rumah dan cemas akan keselamatannya saat beraktiftas di dalam bangunan rumah yang terancam roboh.(Arthur)