oleh

Ariana Grande Kenakan Produksi Desaigner Surabaya Karya Diana Putri

 

Foto, Model Mengenakan Busana karya designer Diana Putri (Sekilas Indonesia)

SURABAYA, SEKILASINDO.COM – Sempat terbersit dalam antena pendengar kita, seorang penyanyi ternama Ariana Grande tampil dengan balutan busana mewah di panggung MTV Video Music Awards, yang diselenggarakan di kota New York, Amerika Serikat.

Sambil melantunkan lagu terbarunya “God is a Woman,” Ariana Grande mengenakan pakaian bernuansa emas yang terinspirasi dari judul lagu tersebut beserta lukisan “The Last Supper” karya pelukis legendaris Leonardo da Vinci.

Karya indah itu merupakan hasil produksi rumah mode di Surabaya, Diana Couture, milik desainer Diana Putri.

Karir Diana Putri di Surabaya sudah berlangsung sejak delapan tahun lalu, dengan ilmu desain dan fesyen yang ia pelajari secara otodidak, Diana lalu memutuskan untuk mencari perusahaan public relation yang bisa menjadi perwakilannya di Los Angeles, California, Amerika Serikat pada tahun 2016.

Sebagai seorang desainer, Diana diberikan kepercayaan dan keleluasaan untuk mendesain dua busana tersebut, berdasarkan gambaran yang diinginkan oleh pihak Ariana Grande. Hasil rancangannya pun sempat melalui beberapa revisi hingga akhirnya disetujui.

“Puji Tuhan atas kesempatan yang telah dianugerahkan Tuhan atas diriku ini, terima kasih pula atas kepercayaan yang diberikan, oleh karena itu saya pergunakan sebaik-baiknya untuk kepuasan pelanggan,” papar Diana.

Semua paduan warna bermula dari sketsa yang kemudian ia ilustrasikan ke digital komputer, dengan seluruh detilnya, mulai dari bahan, benang, kristal, hingga sepatu yang akan dipakai.

“Warnanya juga beragam, mulai dari warna rose gold, kemudian ganti lagi ke green, kemudian ganti lagi ke lavender, dan yang terakhir yang disetujuin itu akhirnya warna gold,” ujarnya.

Melalui rekaman audio yang ditangkap oleh media sekilasindo.com, Diana mengatakan bahwa Kunci sukses sebagai seorang desainer adalah harus terus memberikan yang terbaik dan selalu menjadi diri sendiri.

“Jangan mau jadi yang lain. Jadi kita harus menemukan identitas kita sendiri, kemudian tentunya kita harus gabung dengan PR (red: Public Relations) setempat. Itu kan seperti perwakilan kita yang ada di sana,” pungkas Diana.(12/10/2018)

(mu)

News Feed