oleh

Pariwisata Bersama Pakar Gelar Workshop Menggali Sejarah Kerajaan Polongbangkeng

TAKALAR, SEKILAS INDONESIA – Bidang kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar menggandeng beberapa pakar sejarah dan tokoh Adat Kabupaten Takalar untuk kembali menggali jejak sejarah beberapa Kerajaan yang pernah bernaung di Kabupaten Takalar.

Dalam workshop kali ini, Pariwisata Takalar juga melibatkan Tokoh dan pakar sejarah antara lain Prof Aminuddin Salle, Ketua adat kerajaan Polongbangkeng Andi Makmur Sadda, Camat dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Workshop hasil penelitian sejarah kerjaan ini merupakan kegiatan strategis agar kita tahu asal usul dan mencatat sejarah di daerah secara tertulis,” Ujar Kepala bidang kebudayaan Pariwisata Takalar Irwanto Nasir Husain saat mengikuti Workshop menggali sejarah kerajaan Polongbangkeng. Selasa 03 Juli 2018.

Lanjut Irwanto menjelaskan bahwa selama ini masyarakat luas diluar hanya tahu dan mendengar cerita tentang beberapa kerajaan yang pernah ada di Takalar termasuk Kerajaan Polongbangkeng yang pernah berjaya dimasanya, namun sejarah keemasan dan pengaruh kerajaan ini belum pernah tercatat.

“Mungkin selama ini kita lupa dengan sejarah dan asal usul kita, karena memang tidak tercatat untuk itu kami bersama tim akan mengunjungi beberapa tokoh untuk menggali sejarah sekaligus mengobati rasa penasaran warga yang menganggap pemerintah tak pernah menghargai sejarah kerajaan di daerahnya.” jelas Irwanto.

Tim Penelitian Sejarah Kerajaan Polongbangkeng Prof Aminuddin Salle menambahkan dalam penelitian itu tidak hanya sekedar untuk menggali nilai-nilai budaya saja, namun melalui kegiatan workshop ini, kita mengetahui asal usul sejarah kerajaan Polongbangkeng.

“Dari hasil penelitian sejarah Kerajaan Polongbangkeng dan kerajaan yang lain itu masih perlu masukan dan pendapat dari tokoh masyarakat untuk melengkapi keakuratan sejarah kerajaan tersebut, apalagi Bupati sebelumnya telah memerintahkan untuk menata dan menggali sejarah kerajaan yang pernah ada waktu Silam kemudian akan dituangkan dalam bentuk buku atau yang lain,”Ujar Prof Aminuddin.

Penulis : Sukri
Editor : Ady

News Feed