oleh

Gara gara Cakades, Puluhan Massa Bontonompo Serbu Gedung DPRD Gowa

Massa dari Bontonompo saat serbu Gedung DPRD Gowa

GOWA, SEKILASINDO.COM- Puluhan massa dari salah satu bakal calon kepala desa Bonto Langkasa Utara Kecamatan Bontonompo mendatangi kantor DPRD Gowa, Senin (8/10/2018).

Massa menuntut penjelasan dari DPRD Gowa atas tidak lolosnya Basri daeng Ngopo sebagai bakal calon Kepala Desa Bontolangkasa Utara.

Massa yang berkumpul di depan dan di dalam gedung DPRD Gowa itu, mereka diterima oleh Wakil ketua komisi 1 DPRD Gowa dari Partai Gerindra, Abd Razak.

Puluhan massa ini mendapat pengamanan ketat dari aparat Polres Gowa, dan puluhan personil polres Gowa yang berjaga- jaga diluar dan didalam gedung DPRD Gowa.

Menurut salah satu warga, menegaskan bahwa Basri yang merupakan mantan caleg DPRD Gowa dua periode sebelumnya.
“Masa mantan caleg tidak lolos masuk Calon Kades (Cakades)”.

Padahal dia sudah pernah lolos sebagai caleg DPRD Gowa, kenapa dipencalonan sebagai Cakades tidak diloloskan. Itu berarti tidak menjamin mantan caleg bisa jadi calon kepala desa,” ujar koordinator massa aksi, Daeng Bella saat diterima di ruang aspirasi oleh Komisi I.

Mereka juga meminta agar pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) transparansi memperlihatkan hasil tes bakal calon.

“Kami juga ingin hasil tes nya diperlihatkan secara terbuka. Karena kami merasa tidak yakin kenapa sampai Daeng Ngopo tidak lolos,” ujarnya lagi.

Massa ini diterima Wakil Ketua Komisi I Abdul Razak beserta anggota komisi lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Asrul secara detil memperlihatkan bukti-bukti hasil pelaksanaan seleksi bakal Cakades yakni tes tertulis, tes wawancara serta tes pidato.

Selain itu Asrul juga menjelaskan aturan perundang-undangan terkait jumlah calon yang bersyarat.

“Dalam satu desa hanya dibolehkan (sesuai aturan berlaku) maksimal lima orang calon sehingga jika ada desa yang bakal calonnya lebih dari lima maka akan gugur berdasarkan seleksi yang dilakukan panitia,” jelas Asrul.

Bahkan Asrul memperlihatkan hasil nilai yang dicapai Basri Daeng Ngopo adalah yang paling rendah dari enam calon kades di Bontolangkasa Utara.

Setelah warga melihat langsung hasil-hasil tes yang diperlihatkan Kadis PMD, akhirnya warga Bontolangkasa Utara pun meninggalkan kantor DPRD Gowa. (Shanty)