oleh

Pekebun Kembali Garap Tanah Demi Kebutuhan Hidup di Desa Botteng, Mamuju

MAMUJU, SEKILASINDO.COM- Masyarakat desa akan semakin tertanam jiwa solidaritasnya dan semakin mempererat tali persaudaraan antara satu dengan yang lainnya melalui kegiatan gotong royong. kegiatan ini dilaksanakan di desa Botteng Kab.Mamuju pada minggu (17/8/2018).

Masyarakat pada umumnya lebih mudah melakukannya karena saling membantu dan disisi lain juga terbentuk assobyah (jiwa solidaritas), dengan itu masyarakat juga semakin sadar akan selalu melakukannya meskipun cara menggarap tanah itu hanya di zaman dulu dan tidak menggunakan alat-alat canggih, melainkan hanya menggunakan alat tradisonal seperti parang untuk menebang pepohonan yang tinggi.

Dalam kegiatan itu ada 10 masyarakat pekebun tulen yang bekerja keras untuk membersihkan lahan. Untuk padi gunung nantinya, dan ketika lahan itu sudah bersih masyarakat akan bekerja sama untuk menanami lahan tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Rustam, salah satu anggota pekerja lahan tanam padi gunung, ia berucap “bahwa kami sosok pekebun tulen yang belum pernah merasakan penghasilan yang santai kerjanya, melainakan kami banting tulang dan mandi keringat untuk bisa dapatkan hasil, bahkan kami belum pernah menikmati hasil yang sangat memuaskan,akibat tempat tidak produktif. Untuk itu kami sebagai rakyat biasa yang hanya mengharapkan dari hasil kerja sendiri itu melakukan segala cara yang penting halal demi menghidupi keluarga kecil kami”. Ucapnya kepada sekilasindo.com

Mengigat sekitar 15 tahun yang lalu cara seperti itu akan menjadi momentum hingga sekarang ini,karena hal yang hampir suda terlupakan akan bisa muncul lagi yakni garap tanah dengan cara kolektif. hal itu menandakan bahwa masyarakat seperti itu masih tinggi jiwa solidaritasnya dan itu dapat dijadikan contoh oleh masyarakat lain. Lanjutnya Rustam salah satu pekebun tulen.

Penulis : Firman

Editor : AR

News Feed