oleh

Kapolres Gowa Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Rastra

GOWA,  SEKILASINDO. COM- Polres Gowa melalui Tim penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor), berhasil mengungkap kasus pidana korupsi penyaluran Raskin 2017 dan Rastra 2018 di Kabupaten Gowa.

Kasus ini, sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni FE (35) yang merupakan statusnya tenaga kontrak Perum Bulog Subdivre Makassar dan DDS (52) sebagai penadah.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, mengatakan, tak menutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah. “Tersangkannya bisa sopirnya, penadah, koordinator, atau orang yang ada didalam struktural Perum Bulog Subdivre Makassar itu sendiri,” kata Shinto dalam press releases di Mako Polres Gowa, Senin, 30 Juli kemarin.

Shinto menjelaskan, kasus ini l berawal dari permohonan alokasi Raskin/Rastra oleh Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sosial Pemkab Gowa kepada Perum Bulog Subdivre Makassar, Oktober hingga Desember 2017 lalu.

Setelah itu, Perum Bulog Subdivre Makassar menugaskan seseorang (FE) menjadi Satker Perum Bulog Makassar untuk melakukan pendistribusian Raskin ke Wilayah Kabupaten Gowa. Namun, dilapangan FE tidak menyalurkan bantuan beras tersebut ke Desa Tonasa dan Desa Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao sebanyak 23.985 Kg.

Setelah ditelesuri, FE betul diduga menjual beras tersebut kepada pedagang berinisial UC di Kecamatan Pallangga dan kepada AN di Makassar. “Tak hanya itu, jatah Raskin di 3 Desa dan 2 Kelurahan ke Kecamtan Tompobulu yaitu Desa Garing, Desa Tanete, Desa Bonto Buddung, kurang lebih 72.780 Kg juga tidak dia disalurkan,” terangnya.

Shinto menambahkan, FE selaku Satker Perum Bulog Makassar juga kembali melakukan penyelewengan untuk Alokasi Bansos Rastra 2018 bulan Januari-April 2018.”Mestinya disalurkan -Alokasi ke delapan kecamatan tetapi juga tidak sampai. Malah dia menjualnya, kepada DDA,” tambahnya.

Dihadapan Shinto, FE mengakui, memang tak menyalurkan bantuan beras ini. Alasannya, karena beras sudah dalam keadaan rusak.
“Karena tak bisa disalurkan, koordinator kami memerintahkan agar diamankan saja. Tetapi saya menjualnya,” akunya.

DDA pun mengakui, tak benar membeli beras sejahtera untuk kemudian ditampung di gudangnya. “Benar pak, tak boleh membeli beras tersebut,” timpal DDA dihadapan Shinto.

Kedua tersangka ini akan dipersangkakan Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

Penulis  : Ard
Editor     : Tr

News Feed